Ah, Aku Memang Tak Peka
“Pantas saja, kamu memang ga peka” begitu kata gadis anggun yang biasa menjadi lawan berebut guling. Hal itu terjadi ketika satu teman yang sering aku kecewakan mulai cemberut di pintu sedari tadi. Aku masih asyik berbincang terkait permasalahan di organisasi. Jelas, ini sudah crowdeath –baca: Kacau- betapa tidak. Ini adalah kali ke sekian organisasi yang amat romantis dengan kampusnya mendapat teguran bahkan ajakan untuk menjadi organisasi normatif seperti halnya yang lain. Dalam hal ini, menyisihkan idealisme demi eksistensialisme. (ah apa, aku pun tak mengerti haha..) Tapi serius, ini memang kudu disampaikan pada waktu itu. Selain jarang ketemu, malam itu aku pun tidak diingatkan sesuatu. Jam menunjukan pukul 23.00 WIB kala itu, kata-kata gadis anggun tadi membuat aku merasa bersalah. Dia –inisial T- ternyata sedari tadi menungguku untuk pergi ke acara di selatan kampus. Tak perlu dijelaskan acaranya apa, yang pasti itu adalah event setahun sekali, dimana aku, dia...