Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

Ah, Aku Memang Tak Peka

“Pantas saja, kamu memang ga peka” begitu kata gadis anggun yang biasa menjadi lawan berebut guling. Hal itu terjadi ketika satu teman yang sering aku kecewakan mulai cemberut di pintu sedari tadi. Aku masih asyik berbincang terkait permasalahan di organisasi. Jelas, ini sudah crowdeath –baca: Kacau- betapa tidak. Ini adalah kali ke sekian organisasi yang amat romantis dengan kampusnya mendapat teguran bahkan ajakan untuk menjadi organisasi normatif seperti halnya yang lain. Dalam hal ini, menyisihkan idealisme demi eksistensialisme. (ah apa, aku pun tak mengerti haha..) Tapi serius, ini memang kudu disampaikan pada waktu itu. Selain jarang ketemu, malam itu aku pun tidak diingatkan sesuatu. Jam menunjukan pukul 23.00 WIB kala itu, kata-kata gadis anggun tadi membuat aku merasa bersalah. Dia –inisial T- ternyata sedari tadi menungguku untuk pergi ke acara di selatan kampus. Tak perlu dijelaskan acaranya apa, yang pasti itu adalah event setahun sekali, dimana aku, dia...

Tantangan Relawan, Tantangan Semua Insan

Selama menjadi bagian, tentunya sebagai relawan di Rumah Perubahan. Segalanya tak jauh dari yang namanya tantangan. Dalam hal ini, tantangan mengumpulkan banyak tanda tangan petisi #SaveRRITVRI baik secara online ataupun langsung. Demi disahkannya Undang Undang Radio Televisi Republik Indonesia (UU RTRI). Berbeda cara berbeda juga tantangannya. Diacuhkan dan diajak berdiskusi tentang Lembaga Penyiaran Publik (LPP) adalah dua tanggapan orang  yang pasti akan kami dapatkan ketika turun mengumpulkan tanda tangan petisi ke Lapangan. Berbeda halnya ketika berupaya lewat online, link petisi yang kami sebarkan dihapus atau bahkan tak dihiraukan sama sekali. Tanggapan positif berupa diskusi kecil-kecilan seusai atau sebelum tanda tangan adalah salah satu kebahagiaan bagi relawan. Bahagia karena, kami merasa ada yang paham serta peduli terhadap TVRI dan RRI, selain kami yang bergerak di Rumah Perubahan. Namun, bukan tantangan jika hanya ada satu persoalan, tantangan lain saa...