Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

Dilema Analogi Bapak dan Anak

Gambar
Saat menyanyikan lagu Indonesia Raya di pelantikan anggota baru UKM Pers Mahasiswa POROS UAD. Doc.Poros Setiap senin selama tiga minggu di bulan Mei, saya menjadi teste untuk praktikum salah satu mahasiswa psikologi. Laboratorium terletak di Jalan Kapas, dekat dengan Kampus 1 UAD, dan ITC dimana sekretariat UKM Pers Mahasiswa POROS berada. Usai menjadi teste, saya selalu menyempatkan mampir untuk membaca dua koran nasional langganan sembari menanyakan kabar perkembangan pembekuan POROS. Senin (16/5) adalah hari terakhir saya menjadi teste. Tiap senin selalu berharap ada perkembangan, nihil kabar baik nampaknya belum berpihak pada Poros yang dibekukan oleh Rektorat sejak 27 April. Hampir satu bulan, surat audiensi yang diajukan ke Rektorat tidak direspon dengan serius. Beberapa kali Bintang selaku Pimpinan Umum, menanyakan kabar mengenai kepastian tanggal. Tiap senin saya mampir, tiap senin juga Bintang pergi ke Rektorat. Sebelum pergi, saya selalu bilang “semoga ada k...

Penyiaran Kebencanaan Sebuah Kebutuhan

Gambar
Pamflet diskusi yang bulan lalu saya ikuti. Doc.Jalin Merapi Seseorang berbicara dengan bahasa yang asing di telinga. Spontan saya duduk agak ke depan agar bisa mendengar lebih jelas apa yang sedang pembicara utarakan. Wajar, diskusi sore itu memang di design tanpa menggunakan pengeras suara. Tak jarang volume suara orang didepan saya kalah dengan orang di ruang sebelah. Diskusi ini merupakan bagian dari rangkaian acara dua tahunan dari sebuah LSM di Yogyakarta. Untung, mas-mas yang menjadi translator disampingnya berbicara sedikit lebih kencang dan tentunya dengan bahasa yang tak asing di telinga. Saya spontan angguk-angguk kepala, tanda mengerti. Ternyata, bapak yang sedang bicara sedari saya masuk ruang diskusi adalah perwakilan dari FMYY Japan. Sebuah radio komunitas darurat yang sudah ada sejak bencana gempa bumi di Kobe tahun 1998. Mencoba memahami persoalan dari apa yang diutarakan oleh pembicara-pembicara di depan. Tak lain adalah keinginan masyarakat terkait legali...