Cerita Dibalik Listrik yang Ngambek
Sepuluh-an menit menuju adzan magrib. Listrik njegleg tiga kali. Colokan tv, dan segala barang elektronik yang nyolok kami cabut. Kecuali, colokan rice cooker. Kos-kosan yang berada di lantai dua ini diisi oleh tujuh orang perempuan dari berbagai kota. Tak biasanya listrik ngambek begini. Usut punya usut. ** Kamis sore pukul 17.00 WIB. Di jalan menuju kamar seusai mencuci seng rice cooker dan alat makan. Saya bertemu satu perempuan yang hendak menuju dapur dengan membawa alat yang sama, seng rice cooker. Rupanya ia ke dapur bukan untuk mencuci seng yang kotor, tetapi mencuci beras untuk dimasak. Karena kran di dapur hanya ada satu, sementara saya memiliki keinginan yang sama (baca: mencuci beras). Terpaksa saya menunggu gadis asal Palu ini hingga kembali ke kamarnya. Suara sandal yang saya jadikan tanda. Sandal memang selalu kami gunakan di dalam kos. Sandal dalam biasa kami menyebutnya. Sandal jepit ini, khusus digunakan untuk pergi ke dapur dan ke kamar mandi. Suara sanda...