Analisis Komunikasi Kelompok
Kategori deskriptif menunjukan
klasifikasi kelompok dengan melihat
proses pembentukannya secara alamiah. Untuk kategori deskriptif, kita dapat
mengelompokan kelompok berdasarkan tujuannya. Barlund dan Haimann (1960)
menjejerkan kelompok-kelompok itu dari tujuan yang bersifat interpersonal
sampai tujuan yang berkenaan dengan tugas kelompok. Kelompok deskriptif dibagi
menjadi tiga, yaitu : kelompok tugas, kelompok pertemuan dan kelompok penyadar.
Dimana berdasarkan fungsinya, kelompok tugas bertujuan memecahkan masalah,
misalnya : tugas mata kuliah yang sulit penyelesaiannya, bisa diselesaikan
dalam konteks kelompok tugas sehingga masalah yang dihadapi akan segera
diketahui titik terangnya. Kelompok pertemuan adalah kelompok orang yang
menjadikan diri mereka sebagai acara pokok. Melalui diskusi, setiap anggota
berusaha belajar lebih banyak tentang dirinya, belajar mempercayai dan
berempati lebih baik pada orang lain. Sedangkan kelompok penyadarmempunyai
tugas utama menciptakan identitas sosial politik yang baru.
Kelompok
ini terbentuk ketika kita bersama, ada dalam hobby yang sama, yakni : Pramuka.
Berjalan sangat alamiah, hingga akhirnya kelompok ini masih tetap bertahan
sampai saat ini. Berawal dari kenalan, saling tahu nama seiring berjalannya
waktu kita pun menjadi lebih dekat. Tak lagi segan untuk berbagi keluh kesah,
mendiskusikan pelajaran yang sulit dipahami saat sekolah, mendiskusikan Pramuka
ke depannya harus seperti apa, sampai pada urusan relationship pun tak sungkan
untuk dibeberkan diantara kita.
Waktu
yang sering digunakan untuk berkumpul adalah sepulang sekolah pada hari Jum’at,
disebuah kos-kosan milik salah satu dari kita berlima. Hanya dengan jangka
waktu dari jam 11 – 14.00 WIB, kita sering membahas hal – hal yang tadi telah
dijelaskan diatas. Jam 14.00 tiba, kita berlima bergegas untuk pergi ke sekolah
lagi untuk menyalurkan hobby yakni ber-Pramuka. Tak hanya itu, biasanya dalam
satu minggu Pramuka sering mengadakan Rapat Mingguan yang harus diikuti oleh
seluruh anggotanya. Dalam hal itu, lagi-lagi kami bersama. Kadang jika event
yang akan diadakan sudah mulai mendekat, rapat pun menjadi lebih intensif.
Sehingga tak heran, ada sebagian orang yang menjuluki kami berlima sebagai
manusia rapat. Tapi dengan begitu,secara tidak langsung dimata mereka kita
mempunyai identitas tersendiri.
Selain
itu,beberapa masalah internal pun tak bisa kita hindari. Baik dari Pramuka
sendiri, bahkan masalah itu murni datang hanya dari kami berlima. Tapi
penyelesaiannya unik, kita selalu menyelesaikan masalah di Ruang Cokelat basecamp
milik Pramuka. Dengan cara kumpul bersama, duduk bareng dengan satu dari kita
memaparkan masalahnya, setelah itu orang yang terkait, satu per satu harus
angkat bicara. Sehingga masalah yang ada terselesaikan, karena langsung diatasi
secara interpersonal dan tatap langsung. Dengan cara seperti itu kita berlima
bisa lebih tahu karakteristik masing-masing orangnya, siapa yang penyabar,
siapa yang pemarah, dan lain lain.
Setidaknya, dengan melakukan hal-hal seperti itu banyak sekali manfaat yang telah kita rasakan. Tentunya manfaat positif seperti timbulnya rasa kekeluargaan, kerjasama dan saling percaya. Kami berbagi pengalaman, berbagi semangat juga saling memotivasi. Sehingga perubahan positif dapat terjadi pada setiap orangnya. Komunikasi masih terjalin sampai saat ini, dengan handphone dan sosial media kita tetap mempererat silaturahmi.
Komentar
Posting Komentar