EUFORIA dalam TANDA


Ketika tengah malam tadi semua orang ber-euforia akan datangnya TAHUN YANG BARU. Menyalakan kembang api, berpesta kembang api, membeli sampai meniup terompet yang sengaja dibeli hanya untuk menyambut datangnya TAHUN BARU. Terdengar jelas hiruk-pikuk suara kembang api dan terompet disaat waktu menunjuk pukul 00.00 WIB. Betapa antusias semua orang terhadap waktu yang sebenarnya selalu datang setiap hari itu. Benar-benar beda, hanya tanggal masehi saja sebetulnya yang membedakan. Hanya ada perbedaan saja ketika sebelum 00.00 WIB tanggalan di handphone tertulis 31/12/2013 berubah menjadi 01/01/2014 ya itulah yang menjadi faktor kenapa semua orang bereuforia pada tengah malam tadi. Tidak hanya itu euforia pun terlihat dilayar televisi, ketika semua program acara berubah menjadi SPESIAL TAHUN BARU. Berbagai acara berlomba-lomba menarik perhatian para masyarakat dan mengadakannya on air di televisi dengan lokasi diluar studio. Hal itu dilakukan ya semata-mata hanya untuk menghipnotis masyarakat agar merayakan tahun baru bersama. Padahal bila kembang api dan terompet itu diartikan sebagai arti dari sebuah pesan yang merupakan tanda atau semiotik.

Bukan kah kembang api yang kamu beli itu hanya mengartikan keindahan yang sesaat saja. Dimana keindahannya hanya kamu lihat ketika kembang api ditujukan kelangit, setelah habis yang kamu lakukan membuang sembarangan sampah kembang api itu bukan. Apakah semangatmu untuk beraktifitas dan berkarya di tahun 2014 akan seperti kembang api? Nyala dan mudah padam, berasap seperti mendengus ketika kamu menerima kritikan atau tamparan. Terompet yang hanya kamu tiup-tiup, ditiup saat waktu menunjukan pukul 00.00 WIB setelah itu kamu buang. Apakah kamu akan bergerak saat ada yang memerintah, tidakkah kamu berinisiatif. Apakah kamu akan sibuk seperti suara gemuruh terompet saat waktu membuat tugas akan tiba atau bahkan telah tiba.
Oh Tuhan, bukankah itu pertanda buruk....

Malam tahun baru selalu identik dengan acara seperti itu, apa tidak ada cara-cara lain untuk membuat tahun baru masehi ini lebih berarti. Bukankah selalu banyak do’a dan harapan untuk Tahun yang Baru nanti. Lantas, jika awalnya saja kita menyambut dengan euforia yang tak jelas arah dan tujuan. Bagaimana do’a dan harapanmu akan dieksekusi oleh Tuhan. Setidaknya hari pertama adalah kesan pertama. Dimana kalian pasti menyambut dengan tidur nyenyak ditanggal 1 setelah semalaman suntuk tidak tidur karena larut dalam euforia. Lantas bagaimana dengan hari-harimu kedepan? Akankah sama seperti itu?

Pertanyaan-pertanyaan itu hanya bisa dijawab oleh dirimu sendiri. Tanyakan pada diri sembari berintrospeksi. Do’a dan rencana hanya akan menjadi mimpi jika tidak dibarengi dengan aksi. Hanya menjadi wacana indah ketika hal itu tidak dibuktikan. Maka dari itu, lakukanlah semampumu biarkan rencana indah Tuhan menghampirimu setiap waktu. Jangan bilang mau menjadi pribadi lebih baik lagi, yuk buktikan jangan hanya wacana saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kutemukan Kesetiaan

Analisis Komunikasi Kelompok

Debar Ketakutan