Jelajah Mesjid, Ceritanya!
Dua mesjid, semoga
kelak bertambah..
Perjalanan kami mulai dari jam
17.00 WIB tepat 38 menit lagi waktu berbuka akan tiba.
Aku bersama Labina menanti waktu
buka disebuah rumah makan kecil pinggir jalan Gambiran.
Sebuah daerah yang tak sebarapa
jauh dari Terminal Lama Kota Yogyakarta.
Tak terasa, waktu berbuka telah
tiba.
Minum serta makanan yang dihadapan
dengan diawali do’a kami santap bersama.
Usai menghabiskan, kami berlanjut
solat Magrib disebuah mesjid kotagede.
Mesjid Perak namanya.
Setelah memarkirkan kendaraan,
kami berdua masuk area mesjid dengan sambutan hangat para ibu petugas takjil.
Dengan kondisi perut yang kenyang,
kami berdua menjawab sudah berbuka ketika seorang ibu bertanya sudah buka atau
belum.
Karena sisa banyak dan kami berdua
tak kuasa menahan rasa tak enak bila tak menerima.
Akhirnya dua dus nasi gudeg kami
bawa sembari menemani solat magrib.
Sempat bingung mencari tempat
wudhu, ternyata lokasinya ada disebelah kiri mesjid.
Ornamen yang tak biasanya tempat
wudhu, membuat kami sulit untuk mengenalinya.
Ada sekat pintu setengah badan
antara pria dan wanita.
Usai solat, sapaan tulus nan ramah
kami dapat dari mbah-mbah yang barusan saja selesai makan nasi gratis yang
dibagikan dipintu depan mesjid.
Dengan menyuruh kami makan dan
mengambil minum “jupo wedhan ndisik nduk”.
karena masih kenyang kami pun
lekas beranjak, tak lupa senyum dan menjawab “nggih mbah” dan berkunjung ke
mesjid lainnya.
Sepanjang jalan kami sempat
dihujani beberapa pertanyaan dari diri sendiri.
Kenapa kok bisa dibilang mesjid
perak? Perasaan ornamennya biasa saja, nampaknya dari kayu semua deh. Kenapa
namanya mesjid perak?
Akhirnya kami pun hanya bisa
menyimpulkan sendiri, karena pada saat itu kami tak bersama google dan tak
sempat bertanya karena mesti beranjak ke tempat lain.
Kami menyimpulkan, bahwa mesjid
ini berada didaerah pengrajin perak makanya nama mesjidnya perak. Oya atau,
kubahnya ini dari perak.
Entah, mana yang benar hehe
**
Perjalanan kami tempuh sekitar 15
menit.
Sampailah kami dipelataran Masjid Gede Kauman, daerah sekitar
alun-alun utara.
Dengan secarik karcis parkir kami
pun masuk kedalam kompleks mesjid kauman.
Bayangan kami, tak akan bisa solat
didalam. Karena pasti akan ramai sekali.
Ternyata, kenyataan berpihak pada
kami.
Akhirnya kami bisa solat didalam
serta tadarusan.
Agamis serta harmonis rasanya
berada didalam mesjid ini, semua orang disibukan dengan al-qur’an dihadapannya.
Meski ada beberapa yang masih
sibuk dengan gadgetnya, tapi kali ini mereka minoritas disini.
Adzan isya
berkumandang, berhenti mengaji dan siap untuk menunaikan ibadah solat Isya.
Sang imam menyuruh
kita merapihkan shaf dan mematikan handphone.
Karena saat itu aku
dan labina berada dibarisan dua terdepan, melihat barisan pertama masih kosong
kami berinisiatif untuk mengisinya.
Alhasil, karena itu
kali pertama solat disana. Kita pun sampai tak menyadari bahwa telah ada
tulisan yang menyatakan
“Penuhi barisan
belakang, baru paling depan”
Pantas, saat kami
berdua akan mengisi barisan paling depan. Malah diteriakin sama ibu-ibu yang
dibelakang.
“Maaf buk, kami ndak
tau” hehe
Kali itu kami
mendapat ceramah tentang takwa, dengan diceritakan kisah Rasulullah SAW.
Inti dari ceramahnya,
kita harus semakin takwa dibulan yang penuh berkah ini.
Solat isya 4 rakaat
ditambah 8 solat tarawih dan 3 solat witir.
Usai sudah kegiatan
kami di mesjid itu. Sepulang dari mesjid, rasa lapar melanda.
Alhasil kami membeli
cemilan dipelataran kompleks mesjid. Ada bapak penjual bakso tusuk.
Cukup dengan 3ribu
kami bakso bisa mengganjal perut sampai jam setengah 4 nanti, hehe
Saking laparnya, aku
makan sembari jalan. Ditegurlah oleh seorang penjaga parkir.
“Makannya dirumah
saja mbak”
Aku pikir apa,
ternyata dia menyinggungku. Ketawa aku dibuatnya, tak lupa mengucapkan “iya”
karena telah diingatkan.
Nah, fungsi manusia
lain memang mengingatkan seperti mas-mas penjaga parkir itu.
**
Alhamdulillah,
perjalanan yang indah dan semoga mendapat pahala dari-Nya.
Esok akan ke mesjid
mana, aku tak tau.
Karena semua ini tak
lain adalah bagian dari takdirku.
Allah yang membawaku
berkunjung dan beribadah dirumah-Nya.
Selamat Menunaikan
Ibadah Puasa 1430H
Semoga segala amal
yang kita lakukan dibulan ini berkah dan tak berhenti dibulan ini saja.
Tetap jaga semangat
ibadah ini, agar kami tetap menjadi umat-umat-Mu yang Takwa serta sholeh dan
sholehah J
Komentar
Posting Komentar