Ujian Tahun Baru


Siang menuju sore, sehabis piknik awal tahun di Balong Waterpark. Aku dan kedua teman sepakat untuk pergi makan. Risya dan Tika namanya. Pilihan kami tertuju pada ayam geprek gobyos di daerah Gedong Kuning. Dari awal kami memang sengaja memilih tempat yang tak jauh dari kontrakan.

Setelah berkendara melewati jalan Pleret. Tibalah kami di depan ayam geprek gobyos. Sayang, ternyata tak jualan. Karena karyawan butuh piknik, makanya diliburkan. Pun karena tanggal merah juga sih.

Sebentar kami berdiskusi akan pindah kemana. Pilihan tertuju ke Warung SS (Serba Sambal) tak jauh dari lokasi pilihan pertama. Temanku sempat memastikan SS itu warung makan seperti apa. Cepat ku jawab, mirip kayak SS menunya tapi bukan SS biasa. Ini SS KW. Setelah semua oke. Segeralah kami menuju sana.

Pertama kami disambut oleh tukang parkir, itupun ia sedang sibuk memberi aba-aba mobil yang akan pulang. Ia hanya memberi tahu tempat dimana motor harus diparkirkan.
"Sana mba, disana," teriaknya.

Untuk motor parkirannya tepat disamping warung. Karena halaman depan dikhusukan oleh mobil. Tak biasanya, siang itu warung ini terlihat ramai. Padahal, beberapa minggu lalu saat Risya sakit warung itu sepi luar biasa.

Tanpa ada karyawan yang menyambut sebagaimana di SS beneran (read: Spesial Sambal). Kami mendadak nyelonong masuk mencari tempat kosong. Kanan kiri penuh orang sedang santap siang. Sementara karyawan tak terlihat sampai kami menentukan tempat.

Karena kami belum memegang daftar menu, akhirnya aku inisiatif meminta pada kasir yang sedari tadi standby dibalik mesin pembayaran.
"Mba, boleh minta daftar menu?," tanyaku.
"Ya, bentar mba," jawabnya sengit.

Dari awal kami ndumel soal respon mba kasir yang tiba-tiba jutek sembari duduk di meja lesehan nomor 18. Sial. Tanya baik-baik dijawab sengit. Agak lama, kami pun diberinya daftar menu. Setelah fix memilih, waiters pria memberi tahu makanan mana saja yang kita pilih itu tidak ada. Diantaranya adalah pesanan saya, yaitu sayur asem dan ikan asin. Sebagai gantinya, saya memilih tahu goreng kremes dan cah kangkung.

Berikut ini adalah pesanan kami :
- Es Jeruk
- Jus Sirsak
- Es Milk Tea
- Sayur Asem
- Ikan Asin
- 2 Telur Bal Bul
- Nugget
- 2 terong goreng
- Sambal Bawang
- Sambal Brambang


Dari jam 14.30 WIB kita datang. Pesanan datang bertahap. Pertama, jam 15.15 WIB minuman datang komplit. Kedua, 15.45 WIB makanan datang tanpa telur bal bul, sambal brambang, dan cah kangkung.

Tak ada omongan apa-apa dari waiters yang mengantar. Kami tetap menunggu. Karena pesanan Tika sudah lengkap, dia makan duluan. Sementara aku dan Risya menunggu, meski dari awal kami datang dengan kondisi lapar yang sama. Saking lamanya menunggu, akhirnya saya pergi ke westafel untuk cuci tangan sembari lihat kondisi karyawan. Sebenarnya mereka lagi ngapain sampai masakan tak ada yang datang. Bahkan piring bekas orang saja baru dibersihkan saat kami pulang, itupun tak bergerak cepat. Apa iya merka butuh piknik? Lho..


Dari jauh saya melihat, satu kompor gas dengan dua tungku nganggur begitu aja. Pertanda memang tak ada yang memasak. Dengan gemas, aku kembali ke meja dan makan seadanya. Dengan tahu goreng kremes yang sama sekali tak ada kremesnya dan sambal terasi segar.

Risya yang juga tak sabar karena menunggu cukup lama. Memberanikan diri bertanya ke kasir. Dia cuma jawab dan balik tanya, pesanannya habis mba, tadi orang dapur engga ada yang berkabar kah?
"Gak ada mba. Bukannya bilang dari tadi kek mba kalo memang sudah habis," jawabnya dengan emosi yang agak naik.

Dari situ, Risya memutuskan hal yang sama untuk makan seadanya. Jadi cah kangkung dan pesanan lainnya tak kami pedulikan lagi. Satu yang kami pikirkan, untuk segera pergi beranjak dari tempat yang mengecewakan ini. Kalau mau marah-marah bisa sebenarnya. Sayang saja, kami pun manusia yang juga punya rasa ga tega dan sabar yang diusahakan besar.


Ternyata, di meja yang tak jauh dari kami ada dua mba yang sedang menanti minumannya datang. Ia memesan dua es jeruk. Makanannya jauh lebih dulu datang ketimbang minuman. Mereka mencoba memendam amarahnya, dari gerak geriknya mereka sudah menanti minum datang. "Maaf lupa tadi mba," ujar masnya dengan tenang. Ya Allah...

Jadi apa maksud dari tempelan di tembok itu. Great team? Siapa yang bilang? Bos ya? Oh!
Pencitraan boleh sih, tapi mbok jangan keterlaluan sampe bertolak belakang begini.

Back to pelayanan SS.
Saat kami bayar di kasir, saya bertanya.
"Mba, ini karyawannya pada liburan po?," sindirku karena pelayanannya yang super lelet.
"Engga mba, ini kami lagi dibagi dua soalnya," jawabnya dengan nada rendah.

Entah, maksudnya dibagi dua itu apa. Hal yang sepertinya berbau dengan sistem yang ia keluhkan juga. Entahlah.

Inilah pesanan kami yang keluar (bahasanya mereka begitu) :


Dari kejadian itu kubelajar banyak hal. Terutama soal pesanan yang terlalu lama tak masuk akal itu ditinggal aja.

Sekedar informasi, bagi para pekerja tidak disarankan untuk makan disini, kecuali kalo mau dimarahin manajer kalau ternyata abis istirahat ada meeting. Dan tak disarankan juga untuk orang yang kalo makan cepet keselek. Karena kadang minuman telat datang. Jangan coba-coba datang ke SS di Gedong Kuning ini kalo kamu lagi laper banget. Taulah ya orang laper kalo marah gimana? Jangan kesini deh, nambah dosa nanti. Astagfirullah..

Beberapa hal yang bisa menjadi catatan untuk tim kerja SS :
1. Perbaiki pelayanan kepada pembeli
2. Jikalau menu makanan sold out, mohon mengabari pada pembeli. Jangan diam dan cuma dicentang dikasir. Tapi dari awal aja dicoret sebelum daftar menu dikasih pembeli.
3. Evaluasi koki di dapur.
4. Baca peluang, ketika tahun baru datang atau sedang libur panjang. Segalanya dipersiapkan dengan matang. Termasuk bahan bahan penunjang menu.

Jangan biarkan pembeli dibuat kecewa. Karena tak ada pilihan lain jika sudah begitu. Selain, tak akan lagi makan di Serba Sambal. Semoga bisa dipertimbangkan, siapa tahu masuk dalam resolusi tim kerja tahun ini. Semoga!

Selamat Tahun Baru!
Bahagia selalu semuanyaaa..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kutemukan Kesetiaan

Analisis Komunikasi Kelompok

Debar Ketakutan