TerimaKasih penjaja koran (´⌣`ʃƪ)
KORAN !!
satu kata yang biasa, tak menarik, gak lucu dan gabikin ketawa, red: (emang lg standUp -_-) tapi karena benda itu, kita sebagai pembaca bisa tahu, bak melihat dunia dengan fakta-fakta yang hangat, tajam dan terpercaya (udah kek SCTV aja, haha)
gak semua orang tau, kalo ternyata dibalik koran ada usaha yang tak mudah dan tak gampang.
kalo sebagai redaksi sudah pasti, susah, ribet dan sulitnya tidak ketulungan memang.
mulai dari reporter cari berita, rapat redaksi nentuin headline, cari isu yang hangat, sampai harus cari narasumber yang pas terus janjian deh. nah udah gitu wawancara.
eits.. kegiatan seorang redaksi tidak cukup sampe situ, udah wawancara dia mencoba merancang tulisan, menentukan lead, judul juga gambar. belum lagi kalo data yang kita dapet kurang.
( aaaaa galau segalau galaunya deh, wkwk )
tulisan udah jadi, eh eh ternyata belum nentuin layout, belum lagi nunggu lamanya layout terus nyetak.
proses itu memang tak mudah :)
tapi kalo dijalanin bareng-bareng dengan kompaknya tim redaksi, pasti asik (hahaha...)
KORAN sudah jadi !!
tim redaksi kembali dibingungkan -.-" (distribusi kemana yak ?)
tapi untuk sebuah pers besar pasti udah punya link, kemana koran-koran ini akan disebar.
kamu tahu, kapan koran-koran itu mulai diangkut dari percetakan ?
kamu tahu, siapa sih yang gabung-gabungin halaman-halaman koran ?
kamu tahu jam berapa ?
yaa mungkin, sebagian dari kalian memang sudah ada yang tau.
tapi disini aku memberi tahu siapa yang belum tahu, dan yang tahu pura-pura gatau aja yak *eh (hahaha..)
nah ternyata, koran-koran itu mulai beranjak dari percetakan sekitar jam 01.00 dini hari
disebar keseluruh distribusi. disaat kita calon pembaca sedang tidur lelap.
tapi mereka penjaja koran, bangun dan membantu pendistribusi untuk menggabungkan halaman per halaman untuk menjadi satu koran yang utuh.
mata yang masih mengantuk mereka tahan, demi deadline karena pagi ini koran harus sudah tersebar.
dengan tangan yang tak lelah, mereka menggabungkan satu per satu. dari kiri kanan, kiri kanan.
tangan-tangannya lincah mengambil lembar per lembar halaman.
dinginnya dini hari telah mereka antisipasi dengan memakai jaket tebal.
didepan toko orang mereka duduk beramai-ramai, tangannya semakin cepat ketika melihat jam, langit mulai terang dan kendaraan dijalanan mulai ramai.
satu persatu, tukang koran keliling berdatangan, sang loper koran pun tak ketinggalan, ditambah beberapa orang penjaja koran dilampu merah.
tak nampak muka gelisah ataupun takut koran hari ini tak laku terjual semua.
tak nampak muka kesal ketika mereka ditolak oleh pembeli.
tak nampak gumaman ketika mereka mulai dicuekin oleh calon pembeli.
mereka sabar, sabar menghadapi tantangan itu.
mereka ada yang lebih tua dariku, tapi tak banyak ada juga yang sepantaran ataupun lebih muda dariku.
mereka mampu sesabar itu, sedangkan aku ? (astagfirullaaaaaaah)
mendadak aku banyak belajar dari mereka.
- aku yang terlelap ketika mata-mata itu mulai membelalak pada dinginnya malam
- aku yang selalu kesiangan, tak heran jika aku sering ketinggalan matkul
- aku yang bergumam jika aku dicuekin
- aku yang kesal jika aku ditolak
- aku yang mengeluh ketika mungkin koran yang aku jual tak laku
jadi distributor tidaklah mudah -,-
jadi loper koran tidaklah mudah -,-
tapi karena keikhlasan mereka, semuanya Allah buat mudah :)
aku yang saat itu hanya menjadi penonton (at Tugu Yogyakarta saya menyaksikan)
Terima Kasih penjaja koran, karena mu aku tahu SEMUANYA *smile*
satu kata yang biasa, tak menarik, gak lucu dan gabikin ketawa, red: (emang lg standUp -_-) tapi karena benda itu, kita sebagai pembaca bisa tahu, bak melihat dunia dengan fakta-fakta yang hangat, tajam dan terpercaya (udah kek SCTV aja, haha)
gak semua orang tau, kalo ternyata dibalik koran ada usaha yang tak mudah dan tak gampang.
kalo sebagai redaksi sudah pasti, susah, ribet dan sulitnya tidak ketulungan memang.
mulai dari reporter cari berita, rapat redaksi nentuin headline, cari isu yang hangat, sampai harus cari narasumber yang pas terus janjian deh. nah udah gitu wawancara.
eits.. kegiatan seorang redaksi tidak cukup sampe situ, udah wawancara dia mencoba merancang tulisan, menentukan lead, judul juga gambar. belum lagi kalo data yang kita dapet kurang.
( aaaaa galau segalau galaunya deh, wkwk )
tulisan udah jadi, eh eh ternyata belum nentuin layout, belum lagi nunggu lamanya layout terus nyetak.
proses itu memang tak mudah :)
tapi kalo dijalanin bareng-bareng dengan kompaknya tim redaksi, pasti asik (hahaha...)
KORAN sudah jadi !!
tim redaksi kembali dibingungkan -.-" (distribusi kemana yak ?)
tapi untuk sebuah pers besar pasti udah punya link, kemana koran-koran ini akan disebar.
kamu tahu, kapan koran-koran itu mulai diangkut dari percetakan ?
kamu tahu, siapa sih yang gabung-gabungin halaman-halaman koran ?
kamu tahu jam berapa ?
yaa mungkin, sebagian dari kalian memang sudah ada yang tau.
tapi disini aku memberi tahu siapa yang belum tahu, dan yang tahu pura-pura gatau aja yak *eh (hahaha..)
nah ternyata, koran-koran itu mulai beranjak dari percetakan sekitar jam 01.00 dini hari
disebar keseluruh distribusi. disaat kita calon pembaca sedang tidur lelap.
tapi mereka penjaja koran, bangun dan membantu pendistribusi untuk menggabungkan halaman per halaman untuk menjadi satu koran yang utuh.
mata yang masih mengantuk mereka tahan, demi deadline karena pagi ini koran harus sudah tersebar.
dengan tangan yang tak lelah, mereka menggabungkan satu per satu. dari kiri kanan, kiri kanan.
tangan-tangannya lincah mengambil lembar per lembar halaman.
dinginnya dini hari telah mereka antisipasi dengan memakai jaket tebal.
didepan toko orang mereka duduk beramai-ramai, tangannya semakin cepat ketika melihat jam, langit mulai terang dan kendaraan dijalanan mulai ramai.
satu persatu, tukang koran keliling berdatangan, sang loper koran pun tak ketinggalan, ditambah beberapa orang penjaja koran dilampu merah.
tak nampak muka gelisah ataupun takut koran hari ini tak laku terjual semua.
tak nampak muka kesal ketika mereka ditolak oleh pembeli.
tak nampak gumaman ketika mereka mulai dicuekin oleh calon pembeli.
mereka sabar, sabar menghadapi tantangan itu.
mereka ada yang lebih tua dariku, tapi tak banyak ada juga yang sepantaran ataupun lebih muda dariku.
mereka mampu sesabar itu, sedangkan aku ? (astagfirullaaaaaaah)
mendadak aku banyak belajar dari mereka.
- aku yang terlelap ketika mata-mata itu mulai membelalak pada dinginnya malam
- aku yang selalu kesiangan, tak heran jika aku sering ketinggalan matkul
- aku yang bergumam jika aku dicuekin
- aku yang kesal jika aku ditolak
- aku yang mengeluh ketika mungkin koran yang aku jual tak laku
jadi distributor tidaklah mudah -,-
jadi loper koran tidaklah mudah -,-
tapi karena keikhlasan mereka, semuanya Allah buat mudah :)
aku yang saat itu hanya menjadi penonton (at Tugu Yogyakarta saya menyaksikan)
Terima Kasih penjaja koran, karena mu aku tahu SEMUANYA *smile*
Yogyakarta, 29 Desember 2012
@addennaputri59
16.08 WIB
Komentar
Posting Komentar