waria juga manusia !!

Dari judulnya aja sekilas udah jelas, kalo waria MEMANG MANUSIA. bukan hantu yang perlu ditakutin, badut yang suka jadi tontonan orang, bahkan boneka yang sering dipermainkan oleh laki-laki hidung belang. WARIA itu bukan penyakit, bukan juga azab dari Allah, bukan juga keinginan diri sendiri karena kufur sama takdir yang udah diterimanya. Waria itu kelebihan yang Allah kasih kepada sebagian orang dimana antara kelamin dan jiwa perasaannya berbeda, bisa dicontohkan : seorang yang bernama X memiliki kelamin laki-laki namun dalam jiwa perasanya dia adalah perempuan, tak bisa dibohongi kalo memang X lebih nyaman bermain dan berkumpul dengan perempuan, suka mengenai hal yang berbau perempuan; boneka misalnya. tak hanya itu dalam faktanya dia merasa satu hati dengan perempuan, tak bisa mengangkat beban berat seperti pada umumnya laki-laki lakukan. Berbeda jika X bertemu dengan seorang laki-laki, X mampu memiliki hasrat layaknya seorang perempuan pada umumnya; dia bisa suka, cinta dan sayang. sebaliknya, jika ia melihat perempuan ia biasa saja, yaa karena kita memang sama.




 (kisah ini saya ungkap dari pertemuan Mahasiswa Komunikasi UAD dengan Pengelola Pesantren Waria di Notoyudan, Yogyakarta pada tanggal 27 Desember 2012)

Tak hanya itu, dari sisi pakaian pun seorang waria lebih suka mengenakan pakaian perempuan dibanding laki-laki. "dari kecil memang saya lebih suka mengenakan pakaian wanita, centil sana-sini" ucap Bu Mar selaku pengelola Pesantren Waria Senin-Kamis Notoyudan.
Ternyata banyak pengalaman yang dialami oleh  Bu Mar ini, mulai dari ngamen, keluar malem, kerja di Salon sampai pada akhirnya punya Salon sendiri seperti sekarang ini.
Bu Mar ternyata seorang Mualaf, berawal dari pertama kali diadopsi oleh seorang Ibu Kristiani akhirnya Bu Mar kecil mengikuti keyakinan Ibu adopsinya namun seiring berjalannya waktu saat mendengar kumandang Adzan dan teringat akan Bapaknya yang selama ini belum pernah bertemu kembali Bu Mar memiliki hasrat untuk kembali memeluk Agama Islam hingga sekarang.
Lambat laun Bu Mar meninggalkan kebiasaan kristianinya, hingga suatu hari beliau mengikuti sebuah acara pengajian khusus ibu-ibu. Banyak omongan dan cuat-cuit sana-sini dari ibu-ibu yang pertama melihat Bu Mar di Pengajian saat itu. namun dengan kepercayaan dirinya, akhirnya mereka menerima keberadaan waria disana. Jiwa seorang ibu pun ternyata tertanam didiri seorang waria, kenapa tidak ?
disaat beliau melihat ada yang meng-aborsi anak dan baru 1 jam, mendadak ada hasrat beliau untuk mengadopsi dan merawatnya sampai besar.
"rasa itu tidak dimiliki oleh semua orang, hanya Perempuan dan Waria-lah yang punya. Coba laki-laki, kalo melihat hal semacam itu apa punya hasrat seperti kita ? tidak ! karena rasa itu sulit untuk sengaja dihadirkan jika bukan bawaan / kodrat dr Allah" tegas Ibu Mar kepada kita.
Banyak ulama di TV mengatakan kalo waria itu haram, najis dan lain-lain. Namun beliau tak menghiraukannya yang penting ibadah yang sekarang beliau lakukan hanya untuk Allah SWT. Allah tak pernah memandang laki-laki atau perempuan dalam penerimaan ibadahnya, saya MANUSIA berhak untuk beribadah diterima atau tidaknya semua beliau serahkan kepada Allah SWT.
Yogyakarta itu ISTIMEWA adanya, hanya di Jogja Pesantren Waria ada. Tidak ada yang ganggu, grebek atau mengusir. berbeda dengan ditempat dan dikota-kota lain.
Hanya di Yogyakarta, ada Universitas Negeri yang mau menerima Waria sebagai Mahasiswanya.
Beliau juga memiliki seorang suami, itulah yang membuktikan betapa adilnya Allah SWT. ada laki-laki yang mau menikah dengan waria.
karena Islam beliau tidak pernah keluar malem lagi, sering pengajian dan pergi ke Mesjid. Membuka Salon dan tata rias pengantin itulah penghasilan yang beliau dapatkan untuk menghidupi anak tunggalnya dan para pesantren warianya.
Kegiatan yang dilakukan selama pesantren adalah sebagai berikut :
jam 5sore dateng, shalawat nariyah, shalat magrib berjamaah, baca al-fatihah 100kali, shalat isya berjamaah, belajar baca al-Qur'an, do'a sehari-hari, belajr sholat, belajar wudhu, istirahat, makan malam, jam 2dinihari bangun dilanjutkan Shalat tahajud, Shalat fajar, Shallat subuh dan pulang.
sebelum puasa pun mereka sering mengadakan ziarah kubur kepada teman-teman yang telah meninggal dunia. sehingga semua orang tahu kalau WARIA pun BERIMAN tidak hanya berpandangan negatif saja.
tahun 2008 Pesantren ini didirikan, suatu kebanggaan karena hanya di Indonesia-lah Pesantren Waria ada.
dari banyaknya negara didunia ini, banyaknya waria yang tersebar didunia, tapi hanya Indonesia yang memiliki Pesantren Waria.
Mari kita do'akan semoga rencana Ibu Mar buat melaksanakan pengajian waria se-Indonesia di Yogyakarta terlaksana, Amiin Yarobal Alamiin :)


Yogyakarta, 29 Desember 2012
@addennaputri59
12.35

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kutemukan Kesetiaan

Analisis Komunikasi Kelompok

Debar Ketakutan