Kutemukan Kesetiaan
Seperti bulan dan bintang, makna kesetiaan yang selama ini saya pahami ketika malam datang. Gelap, hanya pancaran sinar putih dari tangan-tangan jemaah yang terlihat. Sembari mengisi buku tamu, saya biarkan dua mata ini berkeliaran menatapi setiap sudut halaman rumah tempat diskusi. Mencoba untuk menghitung dan memastikan berapa banyak orang yang datang dari sinar-sinar yang dari tadi menarik pandangan mata. Malam itu, kebetulan kesetiaan langit tidak nampak. Bintang-bintang berkoloni, tanpa bulan menemani. Meski begitu, mereka tetap elok untuk dipandang. Kegelapan dimuka bumi. Jangan bayangkan, kegelapan di masa silam bahkan masa jahiliyah. Situasi gelap malam itu tak lain hanya bagian dari ulah manusia pengendali listrik yang berada dinaungan lembaga negara kuning biru. Ya, ketika saya datang dengan beberapa kawan. Kegelapan menyambut kedatangan. Gelap sedari awal memasuki Jalan Wates ini. Diantara sinar-sinar yang letaknya menclak-menclok -tidak berada pa...




Komentar
Posting Komentar