AMONGROGO
Suasana riuh sorak-sorai para penonton sebuah
kompetisi bergengsi di gedung olahraga yang berada tepat dipusat pemerintahan
kota Yogyakarta. Among Rogo namanya, dengan warna-warni tribun yang mampu
menampung ratusan bahkan ribuan penonton. Mencari teman yang sudah lama
menunggu disebuah tribun yang berani maknanya. Sesaat setelah duduk dibagian
tribun, mata seolah tak ingin berhenti untuk memandang ke segala arah. Depan,
kiri, kanan, belakang, bahkan turun dr tribun dan langsung memperhatikan
berbagai interaksi yang tertangkap oleh retina mata ini.
Benar, ternyata tidak hanya atlet Indonesia yang
terlihat. Nampak bendera-bendera kebangsaan serta kaos bahkan jaket bertuliskan
asal negaranya. Ada Malaysia, Jepang, Myanmar, Australia, Vietnam dan lain
sebagainya. Merupakan suatu kebanggaan bagi Yogyakarta bisa menjadi tuan rumah
dalam acara taekwondo championships internasional tahun ini. Raut muka tiap
peserta rata-rata mengharapkan kemenangan dengan bisa meraih medali emas
dikejuaraan kali ini. Terutama teman yang sedari tadi ditunggu kehebatannya
dibidang olahraga bergengsi satu ini.
Ternyata harapan itu tak hanya dimiliki oleh setiap
pesertanya, coach atau pelatih pun ternyata memiliki misi yg sama dr arahan
semangat dan kesetiaan mendamping diarena pertandingan merupakan satu bukti
kalau memang dirinya pun ingin anak didikannya be the winner.
Sorak-sorai teman-teman bahkan sesama atlet dr satu
rumpun terdengar pula disegala penjuru.
Teman yang sedang menunggu giliranpun tak henti terus
kami semangati. Yel-yel terdengar disana-sini karna dari Jogja. Maka yang
paling jelas terdengar adalah kata-kata "DIY DIY Jogjakarta go! go!
go!" begitu ucap mereka secara berulang. Ada yg unik disini, ketika satu
atlet melawan atlet asal luar negeri semua orang berusaha mendukung dan
menyemangati. Tak memandang dia dari provinsi mana ataupun rumpun apa. Dengan
satu suara kita beryel-yel "INDONESIA prok..prok..prok..prok..prok.."
Sungguh, makna sila ketiga Persatuan Indonesia terasa begitu kental. Merinding
karena bangga pada negara ini wajar sesaat semua sedang bersorak.
Terlihat dari respon yang didapat oleh orang yang
disemangati, dia tambah panas, semangat dan skors terus bertambah hingga
akhirnya menjadi juara pertandingan.
Kerelaan orangtua, sahabat, teman dan orang-orang yang
ingin menyemangati membuat orang-orang terus bertahan di GOR yang terhitung
baru didirikan beberapa tahun lalu ini.
Disela menunggu giliran, berbagai hal yang bisa
membuat hati senang dan tertawa kami lakukan. Bahkan ada juga yang tidur,
karena lelah menunggu.
Sekarang tepat pukul 17.10 WIB teman sekaligus rekan
seperjuangan masih menunggu giliran untuk bertanding.
Lihat kiri kanan seputaran GOR ini, banyak kata yang
mampu menyemangati. Satu pesan, supportive and be the winner friend. Keep
Spirit!
We are pray for you..
@addennaputri59
Yogyakarta, @GOR AmongRogo
28 Juni 2013
Komentar
Posting Komentar