Balada Lumut dan Batu

Rasanya tidak ada pertemuan tanpa perpisahan.
Dua kata yang sampai kapanpun tidak akan terpisahkan.
Kala itu perkenalan tidak pernah terbayangkan.
Datangnya pun tiba-tiba karena satu desakan waktu.
Bertemulah saya dengan sebuah perkenalan. Senang.
Perkenalan dimulai dengan saling berkenalan.
Awal yang sempat meragukan, namun lancar.
Lagi-lagi saya hanya berkenalan dalam perkenalan.
Dipaksa selesai oleh waktu. Hingga harus diakhiri.
Bagai lumut melekat pada waktu.
Itulah gambaran perkenalan kala itu. Melekat erat pada batu.
Sulit rasanya sang waktu untuk mensterilkan. Heran.
Keraguan mendadak lewat didepan. Salah.
Karena waktu, lagi-lagi batu melepas lumut demi rumput disebrang sana.
Apa yang terjadi dengan lumut?
Lumut yang terpisah dan lepas dari batu.
Mencari batu demi batu baru untuk disinggahi.
Sayang, waktu tak iya dengan lumut.
Batu pun bersenang-senang dengan lumut dan rumput lain.
Sedangkan lumut, lelah dan singgah pada batang pohon utk selama-lamanya.
                                                  ~END~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kutemukan Kesetiaan

Analisis Komunikasi Kelompok

Debar Ketakutan