Bagimu Apa Makna Universitas?

Pertanyaan itu saya rasa sulit untuk dijawab, terlebib ketika yang ditanya mengenai makna.
Selintas saya langsung berkaca pada diri. Satu tahun ini saya sah menjadi penghuni disebuah universitas.
Tapi selama itu, baru kali ini saya mendapat jawaban yang memang masuk di akal.
UNIVERSITAS ?
Negeri atau Swasta bagi saya itu hanya embel-embel.
Ya Universitas adalah tujuan yang kamu pegang selama masa remajamu semenjak masuk SMP hingga SMA. Apalagi universitas negeri dengan sejuta pesona akan eksistensinya.
Ternyata pada intinya yang namanya universitas itu sama.
Dalam artian bukan sama yang mana ujung-ujungnya adalah sama-sama mencari pekerjaan setelah lulus.
Bukan lagi, sama karena kamu kuliah di Universitas Swasta yang nantinya sama-sama mencari kerja seperti orang-orang yang kuliah di Universitas Negeri.
Bukan, bukan begitu maksud saya.
Jadi Universitas sebenarnya bukan institusi yang memberi pengetahuan, bukan pula tempat mereka mengajari sesuatu dengan tingkat kesulitan sedikit di atas yang kamu pelajari di sekolah.
Dimana Universitas adalah sebuah tempat untuk mencari kebenaran dan menemukan kebenaran akademis yang baru. Menghasilkan pengetahuan yang kreatif. Jadi, bakat yang sebenarnya ingin dihasilkan oleh universitas bukanlah bakat fungsional yang diinginkan oleh masyarakat maupun perusahaan, melainkan bakat inteligensia dengan kemampuan untuk melakukan penelitian.
Universitas adalah tempat anak-anak muda tumbuh dan melatih kecerdasan serta kemampuan belajar mereka sehingga mampu merengkuh semua jenis pengetahuan dan mengkritiknya. Dimana universitas bukan tempat untuk memperoleh pengetahuan dasar agar kelak bisa menjadi pekerja yang baik di instansi atau perusahaan. Melainkan inilah (universitas) tempat masyarakat dan perusahaan dapat memperoleh petunjuk yang bisa mereka ikuti; dan tempat akar perubahan yang sebenarnya dikejar oleh instansi atau perusahaan tersebut.
Namun kini, rata-rata mahasiswa tidak berpikir demikian.
Lulus cepat dengan memperoleh ijazah, sertifikat dan gelar yang sebetulnya tidak seutuhnya membantu mereka di masa depan. Dimana mereka tidak lagi meiliki waktu untuk mengeksplorasi segala kemungkinan karena telah mengkomitmenkan seluruh waktu dan usahanya untuk memperoleh pekerjaan mapan dan hidup nyaman.
Hal tersebut lebih jelas terlihat ketika banyak mahasiswa yang hanya peduli dengan nilai akademisinya saja. sedangkan ilmu pengetahuan tidak seutuhnya bisa didapatkan dalam pembelajaran saat kuliah.
fakta tidak hanya sampai disitu, akibat tidak tahu apa makna universitas.
Akhirnya banyak mahasiswa yang masih menyamakan kebiasaannya saat sekolah dulu dengan kuliah saat ini (read: Nyontek); tak dipungkiri kebiasaan copy paste pun merajalela (read: Plagiatisme).
Jika begini, siapa yang mau bertanggung jawab? tidak harus menunjuk orang lain.
Tunjuklah diri sendiri, karena perubahan yang dahsyat berawal dari diri sendiri bukan orang lain.
Semoga esok kita bisa segera memaknai Universitas sebagaimana mestinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kutemukan Kesetiaan

Analisis Komunikasi Kelompok

Debar Ketakutan